Monday, December 4, 2017

Laporan Lengkap Dasar-dasar Ekologi pertanian



BAB I. PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
Ekologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hubungan makluk hidup dan lingkungannya. Bumi memiliki banyak sekali jenis-jenis mahkluk hidup, mulai dari tumbuhan dan binatang yang sangat kompleks hingga organisme yang sederhana seperti jamur, amuba dan bakteri. Meskipun demikian semua mahkluk hidup tanpa kecuali, tidak bisa hidup sendirian. Masing-masing tergantung pada mahkluk hidup yang lain ataupun benda mati di sekelilinganya. Hubungan antar makhluk hidup ataupun dengan habitatnya inilah yang merupakan interaksi yang dapat bersifat predasi, parasitisme, komensalisme, dan mutualisme.
Ekologi pertama kali diperkenalkan oleh Ernest Haeckel (ahli filsafat dan Biologi Jerman) pada tahun 1869. Kata ekologi berasal dari dua suku kata dari bahasa Yunani, yaitu Oikos (rumah atau tempat tinggal) dan Logos (penelaahan atau studi atau ilmu). Secara umum ekologi didefinisikan sebagai suatu ilmu atau studi tentang hubungan timbal balik antara mahkluk hidup dengan lingkungannya sebagai suatu rumah tangga. Sedangkan Ekologi Tanaman didefinisikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara tanaman dan lingkungan.
Mempelajari ekologi sangat penting, karena masa depan kita sangat tergantung pada hubungan ekologi di seluruh dunia. Meskipun perubahan terjadi di tempat lain di bumi ini, namun akibatnya akan kita rasakan pada lingkungan di sekitar kita. Meskipun ekologi adalah cabang dari biologi, namun seorang ahli ekologi harus menguasai ilmu lain seperti kimia, fisika, dan ilmu komputer. Ekologi juga berhubungan dengan bidang ilmu-ilmu tertentu seperti geologi, meteorologi, dan oseanografi, guna mempelajari lingkungan dan hubungannya antara tanah, air, dan udara. Pendekatan dari berbagai ilmu membantu ahli ekologi untuk memahami bagaimana lingkungan nonhidup mempengaruhi mahkluk hidup.

1.2  Tujuan
Tujuan dilaksanakannya praktikum dasar-dasar ekologi yaitu untuk mengetahui keanekaragaman ekosistem yang ada pada lahan pertanian di desa sidera kecamatan biromaru kabupaten sigi.

















BAB II.  TINJAUAN PUSTAKA
2.1  Bawang Merah (Allium asoalonicium)
 Bawang merah merupakan tanaman semusim berumur sangat pendek dan di perbanyak melalui vegetatif. Akan tetapi tanaman bawang merah yang telah melalui periode pendinginan (vernalisasi) mengalami pembungaan di lapangan.
Bawang merah (Allium asoalonicium) berasal dari Devisio Spetmathophyta, Sub-Devisio Angrospermae, Kelas Monocotyledone, Ordo Lilialaes (lihaflorae), Famili Lilialaes, Genus Allium, Species Allium asoalonicium.
2.2  Klasifikasi Gulma
Gulma adalah tumbuhan pengganggu, gulma dapat berupa tumbuhan liar atau sisa-sisa tanaman budidaya yang sebelumnya ditumpang sarikan dengan tanaman utama. Keberadaan gulma bisa berakibat fatal bagi tanaman utama. Tanaman pengganggu ini bukan hanya menyebabkan pelambatan saat berbuah, tetapi juga potensial mematikan tanaman. Pasalnya, gulma bisa menjadi agen penyebar virus, bakteri, serta cendawan penyebab penyakit. Selain itu, gulma juga bisa menjadi inang atau tempat hidup hama, seperti ulat dan belalang (Mentari, 2013).




2.2.1   Teki (cyperus rotundus)

Klasifikasi rumput teki adalah Kingdom Plantae (Tumbuhan), Subkingdom Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh), Super Divisi Spermatophyta (Menghasilkan biji), Divisi Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga), Kelas Liliopsida (berkeping satu / monokotil), Sub Kelas Commelinidae, Ordo Cyperales, Famili Cyperaceae, Genus Cyperus, Spesies Cyperus rotundus L. Mentari (2013).
Ciri morfologinya, antara lain berakar serabut yang tumbuh menyamping dengan membentuk umbi yang banyak, tiap umbi mempunyai mata tunas, batang tumbuh tegak dan berbentuk tumpul atau segitiga, memiliki ciri bentuk pita dengan pertulangan daun sejajar tidak mempunyai ligula atau aurikula, arah daun tersebar merata mengelilingi batang, serta penampang daun berbentuk huruf V. Gulma ini hampir selalu ada di sekitar tanaman budidaya karena dapat berkembangbiak melalui biji, umbi akar dan rhizoma yang sangat sulit untuk dikendalikan secara mekanis. Dalam persaingan dengan tanaman budidaya, gulma menghasilkan zat allelopati yang dapat meracuni atau menekan pertumbuhan tanaman budidaya (Mentari, 2013).
Pada batang rumput teki ini memiliki ketinggian mencapai 10 sampai 75 cm. Daunnya berbentuk pita, berwarna mengkilat dan terdiri dari 4-10 helai, terdapat pada pangkal batang membentuk rozel akar, dengan pelepah daun tertutup tanah. Bunga berwarna hijau kecoklatan, terletak di ujung tangkai dengan tiga tunas kepala benang sari berwarna kuning jernih, membentuk bunga-bunga berbulir, mengelompok menjadi satu berupa payung. Buahnya berbentuk kerucut besar pada pangkalnya, kadang-kadang melekuk berwarna coklat, dengan panjang 1,5 – 4,5 cm dengan diameter 5 – 10 mm. Bijinya berbentuk kecil bulat, dan memiliki sayap seperti bulu yang digunakan  untuk proses                          penyerbukan (Mentari, 2013).









2.2.2 Asystasia  gangetica L.
Asystasia  gangetica L.  Merupakan gulma  dikotil  yang  dominan  dan  umum  ditemukan  di perkebunan  perenial,  terutama  perkebunan  kelapa sawit.  Propinsi  Riau  merupakan  sentra  produksi pengembangankelapa  sawit  terbesar  kedua  setelah Sumatra  Utara    (Fauzi  2006). Keberadaan  gulma tersebut  pada  lahan  perkebunan  sawit  dinilai  sangat merugikan  sehingga  perlu  dilakukan  upaya pengendalian  (Barus  2003). Untuk  itulah  perlu diketahui  pengaruh  alelopati Calopogonium mucunoides Desv.  terhadap  perkecambahan  dan pertumbuhanAsystasia gangetica(L.) T. Anderson.





2.2.3   Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa .L)
Hedyotis corymbosa .L)
Menurut I Gede Ketut Susrama (2010)Klasifikasirumputmutiaraadalah kingdom plantae, Divisi Spermatophyta, SubDivisi Angiospermae, Kelas Dicotyledoneae, Ordo Rubiales, Famili Rubiaceae, Genus Hedyotis, Spesies Hedyotis corymbosa .L
Rumput tumbuh rindang berserak, agak lemah, tinggi 15 – 50 cm, tumbuh subur pada tanah lembab di sisi jalan, pinggir selokan, mempunyai banyak percabangan. Batang bersegi, daun berhadapan bersilang, tangkal daun pendek/hampir duduk, panjang daun 2 – 5 cm, ujung runcing, tulang daun satu di tengah. Ujung daun mempunyal rambut yang pendek. Bunga ke luar dari ketiak daun, bentuknya seperti payung berwarna putih, berupa bunga majemuk 2-5, tangkai bunga (induk) keras seperti kawat, panjangnya 5 10 mm. Buah built, ujungnya pecah-pecah. Rumput ini mempunyai khasiat sama seperti Hedyotis diffusa Willd. = Rumput Iidah ular = Baihua she she cao (Sukamto, 2012).



2.3         Klasifikasi Hama
2.3.1 Ulat Grayak (Spodoptera axigua)
Klasifikasi dari ulat daun bawang yaitu Filum Arthopoda, Kelas Hexapoda, Ordo Lepidoptera, Famili Noccuidae, Genus Spodoptera, Spesies (Spodoptera Sp) (Rioardi, 2009).
Morfologi ulat daun bawang merah (Spodoptera axigua) pada tanaman bawang merah (Allium ascolonicum) rentangan sayap ngengat panjangnya antara 25–30 mm. Sayap depan berwarna coklat tua dengan garis-garis yang kurang tegas dan terdapat pula bintik-bintik hitam. Sayap belakang berwarna keputih-putihan dan tepinya bergaris-garis hitam (Rioardi, 2009).
Siklus hidup ulat daun bawang dimulai dari telur, larva, pupa, dan imago. Serangga ini bertipe sempurna (Holometabola) yang perkembangannya melalui stadia telur-larva-kepompong-dewasa. Daur atau iklus hidupnya setelah 20 – 26 hari ulat ini hidup dan menyerang tanaman, maka ia akan berubah menjadi kepompong dan selanjutnya berubah jadi kupu-kupu. Kupu-kupu bertelur dan setelah 4 – 5 hari akan menetas menjadi ulat atau larva yang akan menyerang tanaman (Rioardi, 2009).
Serangan hama Spodoptera Sp ini menyebabkan daun pada bawang menjadi kuning, bintik-bintik putih dan menyababkan daun menjadi layu, pada bagian daun yang terserang hama ini meninggalkan bercak-bercak hitam berupa kotoran (Rioardi, 2009).
2.3.2 Ganjur (Orseolia Oryzae)
Klasifikasi serangga  ganjuradalah kingdom Animalia, phylum Arthropoda, class Insecta, order Diptera, suborder Nematocera, family Cecidomyiidae, genus Orseolia, species Orseolia Oryzae.
Hama ganjur sering dikenal dengan mana daerah al: hama pentil, mentil, hama bawang, hama mendong, dengan nama latin Orseolia oryzae (Wood-Mason). Ganjur umumnya bukan merupakan hama utama padi di Indonesia. Hama ini hanya sedikit merugikan, sangat bersifat lokal, dan hanya terjadi pada musim-musim tertentu. Namun demikian, serangan ganjur dapat terjadi sejak pertanaman masih di pembibitan sampai tanaman mencapai fase primordia.
Gejala khas ganjur adalah tunas padi yang tumbuh menjadi bentuk pentil atau daun bawang, dengan panjang bervariasi, 15-20 cm. Anakan yang terserang ganjur tidak mampu menghasilkan malai. Serangga dewasa ganjur menyerupai nyamuk kecil, tidak kuat terbang sehingga penyebaran sangat terbatas. Serangga ini aktif pada malam hari dan sangat tertarik cahaya.

2.3.3   Semut
Klasifikasi semut adalah KerajaanAnimalia, Filum Arthropoda, Kelas Insekta, Famili Formicidae, Super familiVespoidea, Ordo hymenoptera, UpaordoApokrita, Genus Oechophylla, SpesiesOechophyllasmaragdina.
Tubuh semut terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala, mesosoma (dada), dan metasoma (perut).Morfologi semut cukup jelas dibandingkan denganserangga lain yang jugamemilikiantena, kelenjarmetapleural, dan bagian perut kedua yang berhubungan ketangkai semut membentuk pinggang sempit (pedunkel) di antara mesosoma (bagian rongga dada dan daerah perut) dan metasoma (perut yang kurang abdominal segmen dalam petiole). Petiole yang dapat dibentuk oleh satu atau dua node (hanya yang kedua, atau yang kedua dan ketiga abdominal segmen ini bisa terwujud).
Tubuh semut, seperti serangga lainnya, memiliki eksoskeleton atau kerang kaluar yang memberikan perlindungan dan juga sebagai tempat menempelnya otot, berbeda dengan kerangka manusia dan hewan bertulang belakang.Serangga tidak memiliki paru-paru, tetapi mereka memiliki lubang-lubang pernapasan di bagian dada bernamas pirakel untuk sirkulasi udara dalam sistem respirasi mereka. Serangga juga tidak memiliki sistem peredaran darah tertutup. Sebagai gantinya, mereka memiliki saluran berbentuk panjang dan tipis di sepanjang bagian atas tubuhnya yang disebut "aorta punggung" yang fungsinya mirip dengan jantung. sistem saraf semut terdiri dari sebuah semacam otot saraf ventral yang berada di sepanjang tubuhnya, dengan beberapa buah ganglion dan cabang yang berhubungan dengan setiap bagian dalam tubuhnya.
2.3.4 Tungau
Gejala :
Dari kejauhan daun terlihat berwarna abu-abu karena cairan daunnya dihisap tungau. Bila musim kemarau lebih banyak lagi tungau yang menyerang. Karena tak begitu berbahaya, hama ini kurang ditakuti.
Pengendalian :
 Penggunaan akarisida, seperti Meotrin 50 EC yang mengandung bahan aktif fenpropatrin atau Roxion 40 EC yang mengandung bahan aktif dimetoat. Konsentrasinya 2 ml/l air. Penyemprotan dimulai sejak tanaman berumur 9 minggu hingga 2 minggu sebelum panen dengan selang waktu seminggu sekali.

BAB III. METODE PRAKTEK
3.1 Waktu dan Tempat
Praktek dasar – dasar ekologi pada tanaman bawang merah (Allium cepa) ini dilaksanakan pada tanggal 14 Desember 2014 di desa Sidera, kecamatan Biromaru, kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
3.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah gelas aqua, tali rafiah, tissue, plastic, kertas label, jaring, roll film, meteran. Sedangkan Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah alcohol, detergen dan Air.
3.3  Cara Kerja
            Menenttukan lokasi praktek dilahan pertanian baik itu tanaman tahunan dan musiman, diawali dengan membuat petakan di pagi hari berkisaran waktu jam 7 atau jam 8, dengan petakan ukukuran 1x1,2x2,3x3.dengan menggunakan meteran yang dibentangkan di lahan tanaman bawang sesuai dengan ukuran petakan dan ditandai dengan tali rafia yang setiap sudut petakan dipasangkan patok agar petakan dapat berbetuk segi empat atau dijadikan tiang pengikata tali, setelah petakan dibuat pasang perangkap yang disiapkan dalam bentuk gelas air meneral yang berisikan deterjen berguna untuk memudahkan serangga terjebak dalam prankap dan prangkap tersebut dinaungin dengan seng yang buat mirip dengan cangkul.
            Keesokan harinya dilanjutkan dengan mencatat jumlah tumbuhan dan gulma yang terdapat pada setiap petak, memindahkan serangga yang terjebak dalam prangkap ke roll film dengan menggunakan kuas, selanjutnya menangkap hewan yang terdapat pada setiap petak dengan menggunakan jaring serangga kemudian hasil tangkapan di diawetkan dengan alkohol.


















BAB IV.  HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1   Hasil
Dari pengamatan yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut :
a.       Gulma yang ada didalam plot ada 3 spesies :
1.      Rumput Teki (Cyperus rotundus L.)

2.      Asystasia  gangetica L.
3.      Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa .L)

b.      Serangga Yang Di Dapatkan Dalam Jebakan Serangga
1.      Tungau
2.      Hama Ganjur (Orseolia oryzae)




3.      Semut
c.       Hama yang di peroleh dalam jaring
1        Tungau
2        Hama Ganjur (Orseolia oryzae)
3        Ulat Grayak (Spodoptera axigua)


d. Tabel Hasil pengamatan
1. Tanaman dalam plot pengamatan
No
Nama tanaman
Plot 1
Plot 2
Plot 3
Jumlah
1.
Bawang Merah
60
149
342
551
2. Hama yang Terkena Jebakan
No
Spesies Hama
PLOT A
PLOT B
PLOT C

Jumlah
1
Tungau
13
11
21
45
2
Ganjur
-
1
3
4
3
Semut
10
7
13

30
4
Jumlah
23
19
37

79
3. Hama yang Terkena Jaring
No
Spesies Hama
PLOT A
PLOT B
PLOT C

Jumlah
1
Tungau
8
6
14
28
2
Ganjur
-
3
2
5
3
Ulat Grayak
2
1
-

3
4
Jumlah
10
10
16

36




4.  Gulma yang dijumpai dalam plot
No
Spesies Hama
PLOT A
PLOT B
PLOT C

Jumlah
1
Teki
51
5
55

111
2
Rumput Mutiara
75
4
85

164
3
Asystasia gangetica
-
2
3

5
4
Jumlah
126
11
143

280

Analisis Data
a.    Parameter Vegetasi
Analisa Vegetasi merupakan cara mengetahui seberapa besar sebaran berbagai spesies dalam suatu area melakukan pengamatan langsung.Dilakukan dengan membuat plot dan mengamati morfologi serta identifikasi vegetasi yang ada.
1.      Tabel indeks Hama yang masuk ke dalam perangkap
                         ·          PLOT A
No
Spesies Hama
Ni
Pi
Lnpi
pi(Lnpi)


1
Tungau
13
0,57
-0,57
-0,32

2
Ganjur
-




3
Semut
10
0,43
-0,83
-0,36


4
Jumlah
23







                         ·          PLOT B
No
Spesies Hama
Ni
pi
Lnpi
pi(Lnpi)


1
Tungau
11
0,58
-0,55
-0,32

2
Ganjur
1
0,05
-2,94
-0,15

3
Semut
7
0,37
-1,00
-0,37


4
Jumlah
19




                         ·          PLOT C
No
Spesies Hama
Ni
pi
Lnpi
pi(Lnpi)


1
Tungau
21
0,57
-0,57
-0,32

2
Ganjur
3
0,08
-2,51
-0,20

3
Semut
13
0,35
-1,05
-0,37


4
Jumlah
37




2.      Tabel indeks Hama yang masuk ke ayunan jaring
                         ·          PLOT A
No
Spesies Hama
Ni
pi
Lnpi
pi(Lnpi)

1
Tungau
8
0,80
-0,22
-0,18

2
Ganjur
-




3
Ulat Grayak
2
0,20
-1,61
-0,32

4
Jumlah
10




                         ·          PLOT B
No
Spesies Hama
Ni
pi
Lnpi
pi(Lnpi)

1
Tungau
6
0,60
-0,51
-0,31

2
Ganjur
3
0,30
-1,20
-0,36

3
Ulat Grayak
1
0,10
-2,30
-0,23

4
Jumlah
10




                         ·          PLOT C
No
Spesies Hama
Ni
pi
Lnpi
pi(Lnpi)
1
Tungau
14
0,88
-0,13
-0,12
2
Ganjur
2
0,13
-2,08
-0,26
3
Ulat Grayak
-
0,00
0,00
0,00
4
Jumlah
16








3.      Tabel indeks Keanekaragaman Gulma
                         ·          PLOT A
No
Nama Spesies
Ni
Pi
Ln Pi
Pi(LnPi)
1
Teki
51
0,40
-0,90
-0,37
2
Rumput Mutiara
75
0,60
-0,52
-0,31
3
Asystasia gangetica
0
0
0
0
4
Jumlah
126
H'

                         ·          PLOT B
No
Nama Spesies
Ni
Pi
Ln Pi
Pi(LnPi)
1
Teki
5
0,45
-0,79
-0,36
2
Rumput Mutiara
4
0,36
-1,01
-0,37
3
Asystasia gangetica
2
0,18
-1,70
-0,31
4
Jumlah
11



                         ·          PLOT C
No
Nama Spesies
Ni
Pi
Ln Pi
Pi(LnPi)
1
Teki
55
0,38
-0,96
-0,37
2
Rumput Mutiara
85
0,59
-0,52
-0,31
3
Asystasia gangetica
3
0,02
-3,86
-0,08
4
Jumlah
143





Perhitungan :
1.    Indeks keanekaragaman hama yang terperangkap dalam perangkap menggunakan indeks shanon-wiener(H’)
·         H’ pada plot A
H’= -∑ pi.(Ln pi)
H’= -∑
H’= -∑{-0,32+(-0,36)+0)}
H’= 0,68
·         H’ pada plot B
H’= -∑ pi.(Ln pi)
H’= -∑
H’= -∑{-0,32+(-0,15)+(-0,37)}
H’= 0,84
·         H’ pada plot C
H’= -∑ pi.(Ln pi)
H’= -∑
H’= -∑{-0,32+(-0,20)+(-0,37)}
H’= 0,89
            Indeks keanekaragaman artrhropoda menggunakan indeks soerenson
           ·          PLOT A – PLOT B
Cs = 
Cs =
Cs =
Cs = 9.5%
           ·          PLOT B – PLOT C
Cs = 
Cs =
Cs =
Cs = 10.7%
           ·          PLOT A – PLOT C
Cs = 
Cs =
Cs =
Cs = 6.67%
2.    Indeks keanekaragaman hama dalam ayunan jaring menggunakan shanon-wiener(H’)
·         H’ pada plot A
H’= -∑ pi.(Ln pi)
H’= -∑
H’= -∑{-0,18+0+(-0,32)}
H’= 0,50
·         H’ pada plot B
H’= -∑ pi.(Ln pi)
H’= -∑
H’= -∑{-0,31+(-0,36)+(-0,23)}
H’= 0,90
·         H’ pada plot C
H’= -∑ pi.(Ln pi)
H’= -∑
H’= -∑{-0,12+(-0,26)
H’= 0,38
            Indeks keanekaragaman artrhropoda menggunakan indeks soerenson
           ·          PLOT A – PLOT B
Cs = 
Cs =
Cs =
Cs = 20%
           ·          PLOT B – PLOT C
Cs = 
Cs =
Cs =
Cs = 15.3%
           ·          PLOT A – PLOT C
Cs = 
Cs =
Cs =
Cs = 7.6%
3.    Indeks keanekaragaman tumbuhan Gulma menggunakan indeks shanon-wiener(H’)
·         H’ pada plot A
H’= -∑ pi.(Ln pi)
H’= -∑
H’= -∑{-0,37+(-0,31)}
H’= 0,68
·         H’ pada plot B
H’= -∑ pi.(Ln pi)
H’= -∑
H’= -∑{-0,36+(-0,37)+(-0,31)}
H’= 1,04
·         H’ pada plot C
H’= -∑ pi.(Ln pi)
H’= -∑
H’= -∑{-0,37+(-0,31)+(-0,08)}
H’= 0,76
            Indeks keanekaragaman artrhropoda menggunakan indeks soerenson
           ·          PLOT A – PLOT B
Cs = 
Cs =
Cs =
Cs = 2,9%
           ·          PLOT B – PLOT C
Cs = 
Cs =
Cs =
Cs = 3.9%
           ·          PLOT A – PLOT C
Cs = 
Cs =
Cs =
Cs = 1.48%
4.2             Pembahasan
Dari hasil pengamatan praktikum dasar-dasar ekologi yang di laksanakan di desa sidera, kecamatan sigi biromaru, kabupaten sigi. Dilihat plot dengan kerapatan tanaman masing-masing, tanaman dan gulma hidup bersandingan, terlihat sangat tidak teratur dan pertumbuhan tanaman tidak maksimal.
Ekologi tiap plot beraneka ragam, tanaman hidup dengan membutuhkan senyawa organik dari tanah, gulma pun ikut hidup dari mengambil unsur organik tanah, antara tanaman dan gulma yang ada saling berkompetensi untuk hidup di ekosistem yang sama. Hama dan serangga lain pun ikut hadir untuk mengambil makanan dari tanaman dan hidup mengganggu pertumbuhan tanaman.
Berdasarkan hasil pengamatan dari data arthropoda pada plot 1,2, dan 3 diperoleh hasil analisis keanekaragaman arthropoda menggunakan Indeks Shannon-Wiener sebesar 0,68 pada plot 1,dan 0,84 pada plot 2, serta 0,89 pada plot 3. Hal ini menunjukan bahwa kenanekaragaman arthropoda yang tinggi terdapat pada plot 3 dan yang terendah terdapat pada plot 1. Menurut analisis keanekaragaman arthropoda menggunakan Indeks soerenson diperoleh nilai dominansi 9,5% pada plot 1dan 2, dan 10,7%  pada plot 2 dan plot 3, serta 6,67% pada plot 1 dan plot 3. Hal ini menunjukan hasil pada plot 2 dan 3 menunjukkan keanekaragaman arthropoda yang tinggi.
Dari ekosistem kecil yang kami amati, ada spesies yang mendominasi dan ada spesies yang membutuhkan adanya spesies lain. Gulma sebagai spesies yang mendominasi mengambil lebih banyak unsur organik tanah dan sebagai tempat hidup para hama dan serangga yang mengganggu tanaman. Tanpa adanya perlakuan, tanaman yang di tanam di plot-plot tersebut akan tersainggi pertumbuhannya bahkan mati.








BAB V.KESIMPULAN
5.1       Kesimpulan
Berdasarkan praktek yang dilakukan, kami dapat mengetahui bahwa
1.      Ekosistem yang kami amati terdapat beberapa spesies tanaman, gulma dan serangga
2.      Ada spesies gulma yang mendominasi
3.      Spesies gulma dan tanaman saling berkompetisi untuk hidup dalam ekosistem yang sama

5.2       Saran
            Diharapkan pada praktek selanjutnya alat-alat yang akan digunakan lengkap, supaya pratikan dapat melaksanakan praktikum dengan baik dan cepat.









DAFTAR PUSTAKA
Sukamto, 2012. rumput-mutiara-rumput-mutiara-hedyotis. http://sukamto-smp1mny.blogspot.comDiakses pada 17 desember 2013
Tutor junior, 2009. Babadotan ageratum conizoides. http://tutorjunior.blogspot.com Diakses pada 17 Desember 2013
Mentari, 2013. Macam- macam gulma. http://mentari-dunia.blogspot.com diakses pada 16 Desember 2013
Umy, 2013. Morfologi dan klasifikasi tumbuhan. http://blog.umy.ac.id Diakses pada 16 desember 2013
Ellynk, 2010. Serangga tanaman semusim. http://ellynk.damayanti.staff.ipb.ac.idDiakses pada 18 Desember 2013
s

Copyright © SATUUNTAD All Right Reserved
Powered by Blogger