I PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Klimatologi
merupakan ilmu tentang atmosfer. Mirip dengan meteorologi, , meteorologi lebih
mengkaji proses di atmosfer sedangkan klimatologi pada hasil akhir dari proses
atmosfer.
Iklim
merupakan salah satu faktor pembatas dalam proses pertumbuhan dan produksi
tanaman. Jenis2 dan sifat2 iklim bisa menentukkan jenis2 tanaman yg tumbuh pada
suatu daerah serta produksinya. Oleh karena itu kajian klimatologi dalam bidang
pertanian sangat diperlukan. Seiring dengan dengan semakin berkembangnya isu
pemanasan global dan akibatnya pada perubahan iklim, membuat sektor pertanian
begitu terpukul. Tidak teraturnya perilaku iklim dan perubahan awal musim dan
akhir musim seperti musim kemarau dan musim hujan membuat petani begitu susah
untuk merencanakan masa tanam dan masa panen. Untuk daerah tropis seperti
indonesia, hujan merupakan faktor pembatas penting dalam pertumbuhan dan
produksi tanaman pertanian (Tjasyono, 2004).
1.2 Tujuan Umum
Tujuan dari praktek lapangan klimatologi ini adalah untuk mengetahui jenis
dan fungsi serta cara kerja alat-alat yang digunakan untuk mendeteksi cuaca dan
iklim dii Bandara Mutiara Palu.
2.1
Panci
penguapan (Evaporimeter )
2.1.1 Hasil
Gambar 1. panci penguapan
2.1.2 Pembahasan
Panci
penguapan ialah
alat untuk proses perubahan air menjadi uap air. Proses ini dapat terjadi pada
setiap permukaan benda pada temperatur diatas 00C. Bejana atau panci tempat air dengan diameter 127 Cm juga
terdapat beberapa alat seperti Thermometer apung untuk mengukur
suhu air, Hook Gauge stell well untuk mengukur tinggi air dalam panci. Cup counter anemometer untuk mengukur kecepatan angin rata-rata di air. Faktor yang mempengaruhi penguapan
adalah temperatur benda dan udara, kecepatan angin, kelembaban udara, jenis
permukaan benda serta unsur-unsur yang terkandung didalamnya (Muhardji
, 2008).
Kegunaan dari panci penguapan atau
Evaporimeter yaitu untuk mengetahui besarnya penguapan air
yang di sebabkan oleh radiasi langsung dari cahaya matahari (Suleman
, 2008). Kegunaan Hook Gauge yaitu untuk mengukur perubahan
tinggi permukaan air dalam panci. Alat ini terdiri dari sebuah batang yang
mempunyai skala mm (milimeter), dan sebuah sekrup yang digunakan untuk mengatur
letak ujung jarum pada permukaan air dalam panci. Skrup ini berfungsi sebagai
mikrometer yang dibagi menjadi 50 bagian. Satu putaran penuh dari mikrometer
mencatat perubahan ujung jarum setinggi 1 mm (Suleman
, 2008).
Kegunaan Still Well adalah
bejana yang terbuat dari logam kuningan yang berbentuk silinder dan mempunyai
tiga buah kaki. Pada tiap kaki bejana terdapat sekrup yang digunakan untuk
menyetel Still Well berdiri horisontal. Pada dasar bejana terdapat sebuah
lubang saluran air untuk menjaga permukaan air dalam bejana dan panci tetap
sama. Kegunaan yang lain adalah untuk menjaga permukaan air tetap tenang,
sehingga penyetelan ujung jarum dapat lebih mudah (Suleman
, 2008).
Cara kerja panci penguapan yaitu
diisi air setinggi 20 cm sehingga di atas rongga 5 cm pengukuran
dilaksanakan pada permukaan air dalam keadaan tenang di dalam
tabung peredam riak. Untuk mengukur dan membaca skalanya, maka tabung
pengaman didekaatkan ke panci dengan maksud agar permukaan air
tetap tenang dan tidak terlalu bergelombang. Skrup
pengontrol yaitu berada di atas penyangga hugging berfungsi untuk
menaikkan atau menurunkan skala. Jika sikrup itu diputar kembali ke kanan maka
tiang skala turun angka yang dibaca adalah angka
yang terdapat tegak lurus demngan sekrup pengontrol. Adapun skala yang terrtera
pada skala adalah angka (1) sampai (100). Sedangkan termometer yang
berada di atas permukaan air adalah termometer
maksimum dan termometer minimum. Termometer ini terletak di atas
pelampung sehingga mempunyai perahu, termometer minimum yang kecil
setelah di tengah dan berguna sebagai alat pengukur
suhu atau temmperatur minimum air panci. Sedangkan termometer
maksimum besar berguna untuk mengukur suhu max air dalam panic (Andhi. A,
2002).
2.2.
Anemometer (Kecepatan Angin)
2.2.1 Hasil
Gambar
.2 Anemometer (Kecepatan Angin)
2.2.2 Pembahasan
Angin dapat bergerak secara
horizontal maupun vertikal dengan kecepatan yang bervariasi dan berfluktuasi secara
dinamis. Faktor pendorong bergeraknya massa udara adalah perbedaan tekanan
udara antara satu tempat dengan tempat yang lain. Angin selalu bertiup dari
tempat tekanan udara tinggi ke tempat tekanan udara yang lebih rendah. Variasi
arah dan kecepatan angin dapat terjadi jika angin bergeser dengan permukaaan
yang tidak licin, variasi yang diakibatkan oleh kekasaran permukaan disebut
turbulensi mekanis (Prawiroardoyo, S, 2004).
Cara
Kerja alat yaitu Angin
yang melewati mangkuk menyebabkan mangkuk berputar. Jauhnya perjalanan angin
dicatat pada counter. Untuk mengetahui kecepatan angin rata-rata selama jangka
waktu tertentu (interval), dihitung selisih pembacaan pada counter
diakhir interval dengan permulaan interval itu (Prawiroardoyo.S, 2004).
2.3 Automatic wetter station (aws)
2.3.1 Hasil
Gambar 3. Automatic wetter station (aws)
2.3.2 Pembahasan
Automatic
Weather Stations (AWS)
merupakan suatu peralatan atau sistem terpadu yang di disain untuk pengumpulan
data cuaca secara otomatis serta di proses agar pengamatan menjadi lebih mudah.
AWS ini umumnya dilengkapi dengan sensor, RTU (Remote Terminal Unit),
Komputer, unit LED Display dan bagian-bagian lainnya (Muharsyah, 2009)
Kegunaan Automatic weather
stations untuk mengetahui kondisi cuaca antara lain seperti : kecepatan
udara, arah dari angin, suhu udara, tekanan udara, radiasi, humidity,
curah hujan,
dan temperature
yang rendah (Muharsyah, 2009).
Cara kerja alat yaitu dengan unsur-
unsur cuaca akan terdeteksi oleh sensor dan terekam selama 24 jam, dan
unsur-unsur cuaca tersebut akan terekam setiap 10 menit pada alat Lodger,
kemudian data dari Lodger tersebut dipindahkan dan di edit ke PC Computer
program AWS (Muharsyah, 2009.
2.4 Camble stok
(bola cembung)
2.4.1 Hasil
Gambar 4. Camble stok (bola cembung)
2.4.2 Pembahasan
Suhu permukaan yang tinggi, maka
matahari akan memancarkan radiasi (dalam bentuk cahaya) ke ruang angkasa
disekitarnya, di mana sebagian dari radiasi cahaya tersebut akan sampai ke
permukaan bumi. Radiasi
cahaya matahari yang diterima bumi berupa gelombang pendek dan panas bumi bumi
akibat serapan radiasi matahari menimbulkan pancaran gelombang panjang yang
memanasi lapisan atmosfer paling bawah (Kartasapoetra, A.G., 2008).
Kegunaan
Campbell
Stok untuk menghitung lama penyinaran matahari atau panjang hari. Alat ini
terdiri dari bola gelas berbentuk bulat berisi masa air yang terpasang
ditengah-tengah sebuah mangkok dengan garis tengah + 15 cm. Pada mangkok
dibuat garis-garis jam dan permukaannya dicat hitam. Bola gelas ini bekerja
sebagai lensa dan panas matahari akan membakar pias kertas ditempat kertas
jatuh (Kartasapoetra, A.G., 2008).
Cara
kerja alat Sinar
Matahari melalui bola gelas sedemikian rupa diteruskan dan difokuskan tepat
mengenai pias yang khusus dibuat untuk alat ini. Bekas sinar akan meninggalkan jejak
dengan terbakarnya pias sesuai dengan kekuatan sinar matahari,. Jika matahari bersinar sepanjang
hari dan mengenai alat ini akan diperoleh jejak pias terbakar yang tidak putus. Jika matahari tertutup awan dan atau
hujan akan ditinggalkan jejak yang terputus-putus (Kartasapoetra, A.G., 2008).
2.5 Pendeteksi pergerakan
tanah
2.5.1 Hasil
Gambar
5. Pendeteksi pergerakan tanah
2.5.2 Pembahasan
Dapat meminimalkan korban jika ada
bencana gempa bumi, yaitu dengan perencanaan pembangunan tata kota atau daerah,
dan standard bangunan antigempa sesuai dengan peta daerah rawan gempa bumi (Bayong, 2004).
Kegunaan
dari Pendeteksi pergerakan tanah adalah alat
yang digunakan untuk mencatat pergerakan tanah akibat aktivitas lempeng bumi,
seperti gempa bumi (Bayong,
2004).
Cara
kerja, Penentuan tipe stasiun adalah sesuai
dengan kriteria, seperti keadaan tanah, keadaan lingkungan seperti aktivitas
kendaraan, aktivitas manusia, Seismic Noise, dan lain-lain (Bayong, 2004).
2.6. Penakar Curah hujan (observatorium)
2.6.1 Hasil
Gambar 6. Penakar hujan (observatorium)
2.6.2 Pembahasan
Curah hujan dapat diukur dengan alat penakar hujan otomatis atau manual . Alat ukur harus ditempatkan pada daerah alam , sehingga curah hujan yang terukur dapat mewakili wilayah yang luas . Salah satu jenis alat pengukur hujan ofmanual adalah tipe isthe paling banyak digunakan observatorium ( obs ) atau sering disebut alat pengukur hujan . Data yang diperoleh dari alat ini adalah curah hujan harian . Curah hujan dari alat ukur dihitung dari volume air hujan dibagi dengan mulut luas pengukuran (Andhi Ahmad).
Kegunaan
penakar hujan
untuk mengukur curah hujan secara otomatis atau
manual, dan kapasitas yang besar untuk curah hujan berarti
sangat cocok untuk operasi tanpa pengawasan lagi, dapat di tinggal di area yang
akan di ketahui kelembapan tanahnya (Khotimah, M.K., 2008).
Cara
kerja alat Pengamatan untuk curah hujan harus dilakukan tiap
hari pada jam 07.00 waktu setempat, atau jam-jam tertentu. Jika curah hujan
diperkirakan melebihi 25 mm. sebelum mencapai skala 25 mm. kran ditutup dahulu,
lakukan pembacaan dan catat. Kemudian lanjutkan pengukuran sampai air dalam bak
penakar habis, seluruh yang dicatat dijumlahkan. Untuk menghindarkan kesalahan
parallax, pembacaan curah hujan pada gelas penakar dilakukan tepat pada dasar
meniskusnya. Bila dasar meniskus tidak tepat pada garis skala. Bila dasar
meniskus tepat pada pertengahan antara dua garis skala, diambil atau dibaca ke
angka yang ganjil (Khotimah,
M.K., 2008).
2.7 Anemometer (10 meter)
2.7.1 Hasil
Gambar 7. Anemometer
(10 meter)
2.7.2 Pembahasan
Angin
merupakan pergerakan udara yang disebabkan karena adanya perbedaan tekanan
udara di suatu tempat dengan tempat lain. Dengan adanya pergerakan udara di
atmosfer ini maka terjadilah distribusi partikel-partikel di udara, baik
partikel kering (debu, asap, dsb) maupun partikel basah seperti uap air.
Pengukuran angin permukaan merupakan pengukuran arah dan kecepatan angin yang
terjadi dipermukaan bumi dengan ketinggian antara 0.5 sampai 10 meter.
(Budiarti, 2009).
Cara
kerja alat dipasang dengan ketinggian 10 meter dan berada di
tempat terbuka yang memiliki jarak dari penghalang sejauh 10 kali dari tinggi
penghalang (pohon, gedung atau sesuatu yang menjulang tinggi). Tiang anemometer
dipasang menggunakan 3 buah labrang/ kawat penahan tiang, dimana salah satu kawat/labrang
berada pada arah utara dari tiang anemometer dan antar labrang membentuk sudut
1200 (Budiarti, 2009).
2.8 Sangkar meteorologi
(physometer)
2.8.1 Hasil
Gambar 8. Sangkar meteorologi
(physometer)
2.8.2 Pembahasan
Sangkar meteorologi (Screen) adalah
suatu tempat yang digunakan untuk meletakkan alat-alat pengamatan cuaca
permukaan. Pemasangan alat-alat meteorologi didalam sangkar
dimaksudkan agar hasil pengamatan dari tempat-tempat dan waktu yang berbeda
dapat dibandingkan satu sama lain. Untuk ketelitian pengukuran suhu udara sekiranya dihindari
dari beberapa macam gangguan lokal maupun hal-hal lain yang mengurangi
kemurnian-kemurnian suhu atmosfer (Suprajo
2008).
Kegunaan
sangkar
meteorologi (Screen) untuk meletakkan alat-alat pengamatan cuaca permukaan. Pemasangan
alat-alat meteorologi didalam sangkar dimaksudkan agar hasil pengamatan dari
tempat-tempat dan waktu yang berbeda dapat dibandingkan (Suprajo 2008).
Cara kerja, sangkar dibuat dari kayu sedemikian
rupa sehingga dapat melindungi/mengelilingi alat didalammnya secara sempurna,
tetapi dapat menunjukkan suhu udara yang sama dengan suhu udara luar. Kisi pintu Sangkar dibuat rangkap untuk mencegah tiupan
angin secara langsung, tetapi udara yang bebas dapat melalui alat. Sangkar dibuat berpintu dua,
membuka/menutup menghadap Utara–Selatan. Gunanya untuk mencegah pancaran
langsung sinar matahari pada alat sewaktu melakukan pengamatan. Jika matahari
berada pada belahan bumi Utara, digunakan pintu sebelah Selatan untuk
pengamatan dan sebaliknya. Tinggi lantai (tempat kedudukan
alat) 120 cm diatas permukaan tanah. Sangkar diletakkan diatas tanah
berumput pendek, di dalam taman alat dengan jarak minimal satu kali tinggi benda
yang berada didekatnya (Suprajo
2008).
2.9 Penakar hujan otomatis
(Hellman)
2.9.1 Hasil
Gambar 9. Penakar hujan otomatis
(hellman)
2.9.2 Pembahasan
Penakar hujan jenis Hellman merupakan suatu
instrument/alat untuk mengukur curah hujan. Penakar hujan jenis hellman ini merupakan suatu
alat penakar hujan berjenis recording atau dapat mencatat sendiri.Alat ini
dipakai di stasiun-stasiun pengamatan udara permukaan.Pengamatan dengan
menggunakan alat ini dilakukan setiap hari pada jam-jam tertentu mekipun cuaca
dalam keadaan baik/hari sedang cerah.Alat ini mencatat jumlah curah hujan yang
terkumpul dalam bentuk garis vertical yang tercatat pada kertas pias. Alat ini
memerlukan perawatan yang cukup intensif untuk menghindari kerusakan-kerusakan
yang sering terjadi pada alat ini (Khotimah, M.K., 2008).
Kegunaan
penakar curah Hujan ini untuk Bertujuan mendapatkan data jumlah curah hujan yang jatuh pada periode dan tempat-tempat tertentu.Jenis
penakar hujan ini berbentuk silinder dengan tingi 115 cm
serta luas permukaan corong
200cm3 (Khotimah,
M.K., 2008).
Cara kerja alat yaitu Jika
hujan turun, air hujan masuk melalui corong, kemudian terkumpul dalam tabung
tempat pelampung. Air hujan ini menyebabkan pelampung serta tangkainya
terangkat atau naik keatas.Pada tangkai pelampung terdapat tongkat pena yang
gerakkannya selalu mengikuti tangkai pelampung Gerakkan pena dicatat pada pias
yang ditakkan/digulung pada silinder jam yang dapat berputar dengan bantuan
tenaga. Setelah
air mencapai atau melewati puncak lengkungan selang gelas,maka berdasarkan
sistem siphon otomatis (sistem selang air),air dalam tabung akan keluar sampai
ketinggian ujung selang dalam tabung.Bersamaan dengan keluarnya air,tangki
pelampung dan pena turun dan pencatatannya pada pias merupakan garis lurus
vertikal. Jika
hujan masih terus-menerus turun,maka pelampung akan naik kembali seperti
diatas.Dengan demikian jumlah curah hujan dapat dihitung atau ditentukan dengan
menghitung garis-garis vertical (Khotimah, M.K., 2008).
2.10 Automatic rain weters
sampler (mengukur
air hujan )
2.10.1 Hasil
Gambar 10. Automatic
rain weters sampler (mengukur
air hujan )
2.10.2 Pembahasan
Automatic
Rain Sampler adalah peralatan yang digunakan untuk mengambil sampel air Prinsip
kerjanya jika terjadi hujan maka sensor akan memberikan trigger kepada sistem
kontrol untuk membuka tutup tempat penampungan air yang digerakkan oleh motor
listrik, selama hujan penutup tersebut tetap terbuka kemudian setelah hujan
berhenti maka penutup akan bergerak ke posisi semula Dry (Arifin, MS, 2010)
Kegunaan adalah
untuk mengambil sampel air hujan yang akan diukur konsentrasi kimia Air Hujan. peralatan yang
digunakan untuk mengambil sampel air hujan Wet dan Dry (Arifin, MS, 2010).
Cara kerja alat kerjanya
jika terjadi hujan maka sensor akan memberikan trigger kepada sistem kontrol
untuk membuka tutup tempat penampungan air yang digerakkan oleh motor listrik,
selama hujan penutup tersebut tetap terbuka kemudian setelah hujan berhenti
maka penutup akan bergerak ke posisi semula. Sehingga air hujan yang di tempat
penampungan tak terkena kotoran lain karena tertutup rapat. Kemudian sampel air
hujan tersebut dikirim ke Laboratorium Kualitas Udara BMKG Jakarta untuk
dianalisa (Arifin, MS, 2010).
2.11 Kertas pias
2.11.1 Hasil
Gambar 11. Kertas pias
2.11.2 Pembahasan
Radiasi
adalah suatu bentuk energi yang dipancarkan oleh setiap benda yang mempunyai
suhu di atas nol mutlak, dan merupakan satu – satunya bentuk energi yang dapat menjalar
di dalam vakum angkasa luar. Radiasi matahari yang jatuh ke bumi ini disebut
insolasi. Hampir 99 % energi radiasi matahari berada di daerah gelombang
pendek, yaitu antara 0,15 um dan 4,0 um, sehingga radiasi matahari dinamakan
pula radiasi gelombang pendek (Syamsul
Bahri, MS,2010).
Kegunaan alat
ini mengukur durasi atau lamanya penyinaran matahari yang cerah dan terdiri
dari sebuah bola pejal yang terbuat dari gelas. Sinar matahari yang
difokuskan pada pias akan membakar dan meninggalkan bekas pada pias (Syamsul Bahri, MS,2010).
Cara kerja alat ini yaitu Sinar
matahari akan di fokuskan atau dipusatkan oleh bola gelas tadi pada sutu kertas
tebal yang peka dan khusus. Pias yang berskala pada jam ini dipasang pada logam
berbentuk setengah mangkok yang konsentris dengan bola gelas tersebut. Sinar
matahari yang difokuskan pada pias akan membakar dan meninggalkan bekas pada
pias. Durasi total penyinaran matahari cerah sepanjang siang hari di dapatkan
dengan mengukur panjang total dari bekas pada pias (Syamsul Bahri, MS,2010).
2.12 Barometer untuk
mengukur tekanan udara
2.12.1 Hasil
Gambar 13. Barometer untuk
mengukur tekanan udara
2.12.2 Pembahasan
Tekanan udara adalah tenaga yang bekerja
untuk menggerakkan massa udara dalam setiap satuan luas tertentu. Diukur dengan
menggunakan barometer. Satuan tekanan udara adalah milibar (mb). Garis yang menghubungkan tempat-tempat
yang sama tekanan udaranya disebut sebagai isobar (Jarwho 2012).
Kegunaan tekanan
udara di permukaan bumi pada dasarnya sangat ditentukan oleh kerapatan massa
udara, makin besar tekanan yang ditimbulkan. Bagaimana telah diuraikan di atas, kerapatan udara sangat
berhubungan dengan suhu, radiasi, kelembaban udara serta gaya berat (Jarwho 2012).
2.13 Barograph untuk
mengukur tekanan udara (dalam bentuk grafik)
2.13.1 Hasil
Gambar 14. Barograph untuk
mengukur tekanan udara
2.13.2 Pembahasan
Suhu merupakan karakeristik
inberent, dimiliki oleh suatu benda yang berhubungan dengan panas dan
energi. Suhu udara akan berfungsi dengan nyata selama setiap periode 24
jam. Fluktuasi suhu udara berkaitan erat dengan proses pertukaran energy yang
berlangsung di atmosfer. siang hari, sebagian dari radiasi matahari akan
diserap oleh gas – gas atmosfer dan partikel – partikel padat yang melayang di
atmosfer. energi radiasi matahari ini akan menyebabkan suhu udara meningkat.
Suhu udara harian maksimum tercapai beberapa saat setelah intensitas cahaya
maksimum tercapai. Intensitas cahya maksimum tercapai pada saat berkas cahaya
jatuh tegak lurus, yakni pada waktu tengah hari (Safri 2013).
Kegunaan untuk
pengukur kelembapan udara terdiri dari dua termometer bola basah dan bola
kering. Suhu udara yang ditunjukkan termometer bola kering lebih mudah berubah
daripada termometer bola basah (Safri 2013).
Cara kerja alat pembasah
termometer bola basah harus dijaga agar jangan sampai kotor. Gantilah kain
pembasah bila kotor atau daya airnya telah berkurang. Dua minggu atau sebulan
sekali perlu diganti, tergantung cepatnya kotor. Musim kemarau pembasah cepat
sekali kotor oleh debu. Air pembasah harus bersih dan jernih. Pakailah air
bebas ion atau aquades. Air banyak mengandung mineral akan mengakibatkan
terjadinya endapan garam pada termometer bola basah dan mengganggu pengukuran.
Waktu pembacaan terlebih dahulu bacalah termometer bola kering kemudian
termometer bola basah (Safri 2013).
III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesimpulan
Stasiun Meteorologi atau Klimatologi adalah suatu tempat yang mengadakan
pengamatan secara terus – menerus mengenai keadaan fisik dan lingkungan
(atmosfer) serta pengamatan tentang keadaan biologi dari tanaman dan objek
pertanian lainnya. Stasiun meteorologi sangat diperlukan untuk mengetahui atau
mengidentifikasi keadaan iklim dan cuaca pada suatu tempat. Stasiun meteorologi
pertanian adalah suatu tempat untuk mengadakan pengamatan secara terus menerus
kedadaan lingkungan (atmosfer).
3.2
Saran
Saran
saya untuk praktek selanjutnya Semoga dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya
dan waktu pelaksaan prakeknya dapat dilakukan selama 24 jam, sehingga data yang
didapatkan lebih akurat dan lebih jelas.