Friday, October 27, 2017

Laporan Lengkap Klimatologi



I  PENDAHULUAN
1.1                   Latar Belakang
  Klimatologi merupakan ilmu tentang atmosfer. Mirip dengan meteorologi, , meteorologi lebih mengkaji proses di atmosfer sedangkan klimatologi pada hasil akhir dari proses atmosfer.
  Iklim merupakan salah satu faktor pembatas dalam proses pertumbuhan dan produksi tanaman. Jenis2 dan sifat2 iklim bisa menentukkan jenis2 tanaman yg tumbuh pada suatu daerah serta produksinya. Oleh karena itu kajian klimatologi dalam bidang pertanian sangat diperlukan. Seiring dengan dengan semakin berkembangnya isu pemanasan global dan akibatnya pada perubahan iklim, membuat sektor pertanian begitu terpukul. Tidak teraturnya perilaku iklim dan perubahan awal musim dan akhir musim seperti musim kemarau dan musim hujan membuat petani begitu susah untuk merencanakan masa tanam dan masa panen. Untuk daerah tropis seperti indonesia, hujan merupakan faktor pembatas penting dalam pertumbuhan dan produksi tanaman pertanian (Tjasyono, 2004).
1.2         Tujuan Umum
        Tujuan dari praktek lapangan  klimatologi ini adalah untuk mengetahui jenis dan fungsi serta cara kerja alat-alat yang digunakan untuk mendeteksi cuaca dan iklim dii Bandara Mutiara Palu.




II.                HASIL DAN PEMBAHASAN
2.1                   Panci penguapan (Evaporimeter )
2.1.1      Hasil
Gambar 1. panci penguapan
2.1.2      Pembahasan
              Panci penguapan ialah alat untuk proses perubahan air menjadi uap air. Proses ini dapat terjadi pada setiap permukaan benda pada temperatur diatas 00C. Bejana atau panci tempat air dengan diameter 127 Cm juga terdapat beberapa alat seperti Thermometer apung untuk mengukur suhu air, Hook Gauge stell well untuk mengukur tinggi air dalam panci. Cup counter anemometer untuk mengukur kecepatan angin rata-rata di air. Faktor yang mempengaruhi penguapan adalah temperatur benda dan udara, kecepatan angin, kelembaban udara, jenis permukaan benda serta unsur-unsur yang terkandung didalamnya (Muhardji , 2008).
             Kegunaan dari panci penguapan atau Evaporimeter yaitu untuk  mengetahui besarnya  penguapan  air yang di sebabkan oleh radiasi langsung dari cahaya matahari (Suleman , 2008).              Kegunaan Hook Gauge yaitu untuk mengukur perubahan tinggi permukaan air dalam panci. Alat ini terdiri dari sebuah batang yang mempunyai skala mm (milimeter), dan sebuah sekrup yang digunakan untuk mengatur letak ujung jarum pada permukaan air dalam panci. Skrup ini berfungsi sebagai mikrometer yang dibagi menjadi 50 bagian. Satu putaran penuh dari mikrometer mencatat perubahan ujung jarum  setinggi 1 mm (Suleman , 2008).
             Kegunaan Still Well adalah bejana yang terbuat dari logam kuningan yang berbentuk silinder dan mempunyai tiga buah kaki. Pada tiap kaki bejana terdapat sekrup yang digunakan untuk menyetel Still Well berdiri horisontal. Pada dasar bejana terdapat sebuah lubang saluran air untuk menjaga permukaan air dalam bejana dan panci tetap sama. Kegunaan yang lain adalah untuk menjaga permukaan air tetap tenang, sehingga penyetelan ujung jarum dapat lebih mudah (Suleman , 2008).
      Cara kerja panci penguapan  yaitu diisi air setinggi 20 cm sehingga di atas rongga 5 cm pengukuran dilaksanakan  pada permukaan air dalam keadaan  tenang di dalam tabung peredam riak. Untuk mengukur dan membaca skalanya, maka tabung  pengaman didekaatkan ke panci dengan maksud agar  permukaan air tetap  tenang dan tidak  terlalu  bergelombang. Skrup pengontrol  yaitu berada  di atas penyangga hugging berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan skala. Jika sikrup itu diputar kembali ke kanan maka tiang skala turun  angka  yang  dibaca adalah  angka  yang terdapat tegak lurus demngan sekrup pengontrol. Adapun skala yang terrtera pada skala adalah angka (1)  sampai (100). Sedangkan termometer yang berada di  atas  permukaan air adalah  termometer  maksimum  dan termometer minimum. Termometer ini terletak di atas pelampung sehingga mempunyai  perahu, termometer minimum yang kecil setelah  di  tengah dan berguna sebagai  alat pengukur  suhu atau  temmperatur  minimum  air panci. Sedangkan termometer maksimum besar  berguna untuk mengukur suhu max air dalam panic (Andhi. A, 2002).
2.2.        Anemometer (Kecepatan Angin)
2.2.1      Hasil
Gambar .2 Anemometer (Kecepatan Angin)
2.2.2      Pembahasan
               Angin dapat bergerak secara horizontal maupun vertikal dengan kecepatan yang bervariasi dan berfluktuasi secara dinamis. Faktor pendorong bergeraknya massa udara adalah perbedaan tekanan udara antara satu tempat dengan tempat yang lain. Angin selalu bertiup dari tempat tekanan udara tinggi ke tempat tekanan udara yang lebih rendah. Variasi arah dan kecepatan angin dapat terjadi jika angin bergeser dengan permukaaan yang tidak licin, variasi yang diakibatkan oleh kekasaran permukaan disebut turbulensi mekanis (Prawiroardoyo, S, 2004).
         Cara Kerja alat yaitu Angin yang melewati mangkuk menyebabkan mangkuk berputar. Jauhnya perjalanan angin dicatat pada counter. Untuk mengetahui kecepatan angin rata-rata selama jangka waktu tertentu (interval), dihitung selisih pembacaan pada counter diakhir interval dengan permulaan interval itu (Prawiroardoyo.S, 2004).








2.3        Automatic wetter station (aws)
2.3.1       Hasil

Gambar 3. Automatic wetter station (aws)
2.3.2       Pembahasan
              Automatic Weather Stations (AWS) merupakan suatu peralatan atau sistem terpadu yang di disain untuk pengumpulan data cuaca secara otomatis serta di proses agar pengamatan menjadi lebih mudah. AWS ini umumnya dilengkapi  dengan sensor, RTU (Remote Terminal Unit), Komputer, unit LED Display dan bagian-bagian lainnya (Muharsyah, 2009)
              Kegunaan Automatic weather stations untuk mengetahui kondisi cuaca antara lain seperti :  kecepatan udara,  arah dari angin,  suhu  udara,  tekanan  udara,        radiasi,         humidity,  curah  hujan,  dan  temperature   yang rendah (Muharsyah, 2009).
              Cara kerja alat yaitu dengan unsur- unsur cuaca akan  terdeteksi oleh sensor dan terekam selama 24 jam, dan unsur-unsur cuaca tersebut akan terekam setiap 10 menit pada alat Lodger, kemudian data dari Lodger tersebut dipindahkan dan di edit ke PC Computer program AWS (Muharsyah, 2009.

2.4          Camble stok (bola cembung)
2.4.1       Hasil
Gambar 4. Camble stok (bola cembung)
2.4.2       Pembahasan
         Suhu permukaan yang tinggi, maka matahari akan memancarkan radiasi (dalam bentuk cahaya) ke ruang angkasa disekitarnya, di mana sebagian dari radiasi cahaya tersebut akan sampai ke permukaan bumi. Radiasi cahaya matahari yang diterima bumi berupa gelombang pendek dan panas bumi bumi akibat serapan radiasi matahari menimbulkan pancaran gelombang panjang yang memanasi lapisan atmosfer paling bawah (Kartasapoetra, A.G., 2008).
         Kegunaan Campbell Stok untuk menghitung lama penyinaran matahari atau panjang hari. Alat ini terdiri dari bola gelas berbentuk bulat berisi masa air yang terpasang ditengah-tengah sebuah mangkok dengan garis tengah + 15 cm. Pada mangkok dibuat garis-garis jam dan permukaannya dicat hitam. Bola gelas ini bekerja sebagai lensa dan panas matahari akan membakar pias kertas ditempat kertas jatuh (Kartasapoetra, A.G., 2008).
         Cara kerja alat Sinar Matahari melalui bola gelas sedemikian rupa diteruskan dan difokuskan tepat mengenai pias yang khusus dibuat untuk alat ini. Bekas sinar akan meninggalkan jejak dengan terbakarnya pias sesuai dengan kekuatan sinar matahari,. Jika matahari bersinar sepanjang hari dan mengenai alat ini akan diperoleh jejak pias terbakar yang tidak putus. Jika matahari tertutup awan dan atau hujan akan ditinggalkan jejak yang terputus-putus (Kartasapoetra, A.G., 2008). 
 
2.5          Pendeteksi pergerakan tanah
2.5.1       Hasil
Gambar 5. Pendeteksi pergerakan tanah
2.5.2       Pembahasan
              Dapat meminimalkan korban jika ada bencana gempa bumi, yaitu dengan perencanaan pembangunan tata kota atau daerah, dan standard bangunan antigempa sesuai dengan peta daerah rawan gempa bumi (Bayong, 2004).
              Kegunaan dari Pendeteksi pergerakan tanah adalah alat yang digunakan untuk mencatat pergerakan tanah akibat aktivitas lempeng bumi, seperti gempa bumi (Bayong, 2004).
          Cara kerja, Penentuan tipe stasiun adalah sesuai dengan kriteria, seperti keadaan tanah, keadaan lingkungan seperti aktivitas kendaraan, aktivitas manusia, Seismic Noise, dan lain-lain (Bayong, 2004).


2.6.        Penakar Curah hujan (observatorium)
2.6.1      Hasil
Gambar 6. Penakar hujan (observatorium)
2.6.2      Pembahasan
              Curah hujan dapat diukur dengan alat penakar hujan otomatis atau manual . Alat ukur harus ditempatkan pada daerah alam , sehingga curah hujan yang terukur dapat mewakili wilayah yang luas . Salah satu jenis alat pengukur hujan ofmanual adalah tipe isthe paling banyak digunakan observatorium ( obs ) atau sering disebut alat pengukur hujan . Data yang diperoleh dari alat ini adalah curah hujan harian . Curah hujan dari alat ukur dihitung dari volume air hujan dibagi dengan mulut luas pengukuran (Andhi Ahmad).
              Kegunaan penakar hujan untuk mengukur curah hujan secara otomatis atau manual, dan kapasitas yang besar untuk curah hujan berarti sangat cocok untuk operasi tanpa pengawasan lagi, dapat di tinggal di area yang akan di ketahui kelembapan tanahnya (Khotimah, M.K., 2008).
                    Cara kerja alat Pengamatan untuk curah hujan harus dilakukan tiap hari pada jam 07.00 waktu setempat, atau jam-jam tertentu. Jika curah hujan diperkirakan melebihi 25 mm. sebelum mencapai skala 25 mm. kran ditutup dahulu, lakukan pembacaan dan catat. Kemudian lanjutkan pengukuran sampai air dalam bak penakar habis, seluruh yang dicatat dijumlahkan. Untuk menghindarkan kesalahan parallax, pembacaan curah hujan pada gelas penakar dilakukan tepat pada dasar meniskusnya. Bila dasar meniskus tidak tepat pada garis skala. Bila dasar meniskus tepat pada pertengahan antara dua garis skala, diambil atau dibaca ke angka yang ganjil (Khotimah, M.K., 2008).

2.7         Anemometer (10 meter)
2.7.1      Hasil
Gambar 7. Anemometer (10 meter)
2.7.2      Pembahasan
              Angin merupakan pergerakan udara yang disebabkan karena adanya perbedaan tekanan udara di suatu tempat dengan tempat lain. Dengan adanya pergerakan udara di atmosfer  ini maka terjadilah distribusi partikel-partikel di udara, baik partikel kering (debu, asap, dsb) maupun partikel basah seperti uap air. Pengukuran angin permukaan merupakan pengukuran arah dan kecepatan angin yang terjadi dipermukaan bumi dengan ketinggian antara 0.5 sampai 10 meter.
(Budiarti, 2009).
               Cara kerja alat dipasang dengan ketinggian 10 meter dan berada di tempat terbuka yang memiliki jarak dari penghalang sejauh 10 kali dari tinggi penghalang (pohon, gedung atau sesuatu yang menjulang tinggi). Tiang anemometer dipasang menggunakan 3 buah labrang/ kawat penahan tiang, dimana salah satu kawat/labrang berada pada arah utara dari tiang anemometer dan antar labrang membentuk sudut 1200 (Budiarti, 2009).












2.8         Sangkar meteorologi (physometer)
2.8.1      Hasil
Gambar 8. Sangkar meteorologi (physometer)
2.8.2      Pembahasan
              Sangkar meteorologi (Screen) adalah suatu tempat yang digunakan untuk meletakkan alat-alat pengamatan cuaca permukaan. Pemasangan alat-alat meteorologi didalam sangkar dimaksudkan agar hasil pengamatan dari tempat-tempat dan waktu yang berbeda dapat dibandingkan satu sama lain. Untuk ketelitian pengukuran suhu udara sekiranya dihindari dari beberapa macam gangguan lokal maupun hal-hal lain yang mengurangi kemurnian-kemurnian suhu atmosfer (Suprajo 2008).
              Kegunaan sangkar meteorologi (Screen) untuk meletakkan alat-alat pengamatan cuaca permukaan. Pemasangan alat-alat meteorologi didalam sangkar dimaksudkan agar hasil pengamatan dari tempat-tempat dan waktu yang berbeda dapat dibandingkan (Suprajo 2008).
              Cara kerja, sangkar dibuat dari kayu sedemikian rupa sehingga dapat melindungi/mengelilingi alat didalammnya secara sempurna, tetapi dapat menunjukkan suhu udara yang sama dengan suhu udara luar. Kisi pintu Sangkar dibuat rangkap untuk mencegah tiupan angin secara langsung, tetapi udara yang bebas dapat melalui alat. Sangkar dibuat berpintu dua, membuka/menutup menghadap Utara–Selatan. Gunanya untuk mencegah pancaran langsung sinar matahari pada alat sewaktu melakukan pengamatan. Jika matahari berada pada belahan bumi Utara, digunakan pintu sebelah Selatan untuk pengamatan dan sebaliknya. Tinggi lantai (tempat kedudukan alat) 120 cm diatas permukaan tanah.  Sangkar diletakkan diatas tanah berumput pendek, di dalam taman alat dengan jarak minimal satu kali tinggi benda yang berada didekatnya (Suprajo 2008).

2.9         Penakar hujan otomatis (Hellman)
2.9.1      Hasil






Gambar 9. Penakar hujan otomatis (hellman)


2.9.2      Pembahasan
              Penakar hujan jenis Hellman merupakan suatu instrument/alat untuk mengukur curah hujan. Penakar hujan jenis hellman ini merupakan suatu alat penakar hujan berjenis recording atau dapat mencatat sendiri.Alat ini dipakai di stasiun-stasiun pengamatan udara permukaan.Pengamatan dengan menggunakan alat ini dilakukan setiap hari pada jam-jam tertentu mekipun cuaca dalam keadaan baik/hari sedang cerah.Alat ini mencatat jumlah curah hujan yang terkumpul dalam bentuk garis vertical yang tercatat pada kertas pias. Alat ini memerlukan perawatan yang cukup intensif untuk menghindari kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada alat ini (Khotimah, M.K., 2008).
              Kegunaan penakar curah Hujan ini untuk Bertujuan mendapatkan data jumlah curah hujan yang  jatuh  pada  periode dan tempat-tempat tertentu.Jenis penakar hujan  ini berbentuk silinder dengan tingi 115 cm serta  luas permukaan  corong 200cm3 (Khotimah, M.K., 2008).
              Cara kerja alat yaitu Jika hujan turun, air hujan masuk melalui corong, kemudian terkumpul dalam tabung tempat pelampung. Air hujan ini menyebabkan pelampung serta tangkainya terangkat atau naik keatas.Pada tangkai pelampung terdapat tongkat pena yang gerakkannya selalu mengikuti tangkai pelampung Gerakkan pena dicatat pada pias yang ditakkan/digulung pada silinder jam yang dapat berputar dengan bantuan tenaga. Setelah air mencapai atau melewati puncak lengkungan selang gelas,maka berdasarkan sistem siphon otomatis (sistem selang air),air dalam tabung akan keluar sampai ketinggian ujung selang dalam tabung.Bersamaan dengan keluarnya air,tangki pelampung dan pena turun dan pencatatannya pada pias merupakan garis lurus vertikal. Jika hujan masih terus-menerus turun,maka pelampung akan naik kembali seperti diatas.Dengan demikian jumlah curah hujan dapat dihitung atau ditentukan dengan menghitung garis-garis vertical (Khotimah, M.K., 2008).

2.10       Automatic rain weters sampler (mengukur air hujan )

2.10.1    Hasil
Gambar 10. Automatic rain weters sampler (mengukur air hujan )

2.10.2    Pembahasan
              Automatic Rain Sampler adalah peralatan yang digunakan untuk mengambil sampel air Prinsip kerjanya jika terjadi hujan maka sensor akan memberikan trigger kepada sistem kontrol untuk membuka tutup tempat penampungan air yang digerakkan oleh motor listrik, selama hujan penutup tersebut tetap terbuka kemudian setelah hujan berhenti maka penutup akan bergerak ke posisi semula Dry (Arifin, MS, 2010)
              Kegunaan adalah untuk mengambil sampel air hujan yang akan diukur konsentrasi kimia Air Hujan. peralatan yang digunakan untuk mengambil sampel air hujan Wet dan Dry (Arifin, MS, 2010).
               Cara kerja alat kerjanya jika terjadi hujan maka sensor akan memberikan trigger kepada sistem kontrol untuk membuka tutup tempat penampungan air yang digerakkan oleh motor listrik, selama hujan penutup tersebut tetap terbuka kemudian setelah hujan berhenti maka penutup akan bergerak ke posisi semula. Sehingga air hujan yang di tempat penampungan tak terkena kotoran lain karena tertutup rapat. Kemudian sampel air hujan tersebut dikirim ke Laboratorium Kualitas Udara BMKG Jakarta untuk dianalisa (Arifin, MS, 2010).

2.11       Kertas pias
2.11.1    Hasil
Gambar 11. Kertas pias





2.11.2    Pembahasan
              Radiasi adalah suatu bentuk energi yang dipancarkan oleh setiap benda yang mempunyai suhu di atas nol mutlak, dan merupakan satu – satunya bentuk energi yang dapat menjalar di dalam vakum angkasa luar. Radiasi matahari yang jatuh ke bumi ini disebut insolasi. Hampir 99 % energi radiasi matahari berada di daerah gelombang pendek, yaitu antara 0,15 um dan 4,0 um, sehingga radiasi matahari dinamakan pula radiasi gelombang pendek (Syamsul Bahri, MS,2010).
              Kegunaan alat ini mengukur durasi atau lamanya penyinaran matahari yang cerah dan terdiri dari sebuah bola pejal yang terbuat dari gelas. Sinar matahari yang difokuskan pada pias akan membakar dan meninggalkan bekas pada pias (Syamsul Bahri, MS,2010).
              Cara kerja alat ini yaitu Sinar matahari akan di fokuskan atau dipusatkan oleh bola gelas tadi pada sutu kertas tebal yang peka dan khusus. Pias yang berskala pada jam ini dipasang pada logam berbentuk setengah mangkok yang konsentris dengan bola gelas tersebut. Sinar matahari yang difokuskan pada pias akan membakar dan meninggalkan bekas pada pias. Durasi total penyinaran matahari cerah sepanjang siang hari di dapatkan dengan mengukur panjang total dari bekas pada pias (Syamsul Bahri, MS,2010).












2.12       Barometer untuk mengukur tekanan udara
2.12.1    Hasil
Gambar 13. Barometer untuk mengukur tekanan udara
2.12.2    Pembahasan
              Tekanan udara adalah tenaga yang bekerja untuk menggerakkan massa udara dalam setiap satuan luas tertentu. Diukur dengan menggunakan barometer. Satuan tekanan udara adalah milibar (mb). Garis yang menghubungkan tempat-tempat yang sama tekanan udaranya disebut sebagai isobar (Jarwho 2012).        
              Kegunaan tekanan udara di permukaan bumi pada dasarnya sangat ditentukan oleh kerapatan massa udara, makin besar tekanan yang ditimbulkan. Bagaimana telah diuraikan di atas, kerapatan udara sangat berhubungan dengan suhu, radiasi, kelembaban udara serta gaya berat (Jarwho 2012).    





2.13       Barograph untuk mengukur tekanan udara (dalam bentuk grafik)
2.13.1    Hasil
Gambar 14. Barograph untuk mengukur tekanan udara
2.13.2    Pembahasan
        Suhu merupakan karakeristik inberent, dimiliki oleh  suatu benda yang berhubungan dengan panas dan energi. Suhu udara akan berfungsi dengan  nyata selama setiap periode 24 jam. Fluktuasi suhu udara berkaitan erat dengan proses pertukaran energy yang berlangsung di atmosfer. siang hari, sebagian dari radiasi matahari akan diserap oleh gas – gas atmosfer dan partikel – partikel padat yang melayang di atmosfer. energi radiasi matahari ini akan menyebabkan suhu udara meningkat. Suhu udara harian maksimum tercapai beberapa saat setelah intensitas cahaya maksimum tercapai. Intensitas cahya maksimum tercapai pada saat berkas cahaya jatuh tegak lurus, yakni pada waktu tengah hari (Safri 2013).            
              Kegunaan untuk pengukur kelembapan udara terdiri dari dua termometer bola basah dan bola kering. Suhu udara yang ditunjukkan termometer bola kering lebih mudah berubah daripada termometer bola basah (Safri 2013).
              Cara kerja alat pembasah termometer bola basah harus dijaga agar jangan sampai kotor. Gantilah kain pembasah bila kotor atau daya airnya telah berkurang. Dua minggu atau sebulan sekali perlu diganti, tergantung cepatnya kotor. Musim kemarau pembasah cepat sekali kotor oleh debu. Air pembasah harus bersih dan jernih. Pakailah air bebas ion atau aquades. Air banyak mengandung mineral akan mengakibatkan terjadinya endapan garam pada termometer bola basah dan mengganggu pengukuran. Waktu pembacaan terlebih dahulu bacalah termometer bola kering kemudian termometer bola basah (Safri 2013).



                                                    










III  PENUTUP
3.1          Kesimpulan
              Kesimpulan Stasiun Meteorologi atau Klimatologi adalah suatu tempat yang mengadakan pengamatan secara terus – menerus mengenai keadaan fisik dan lingkungan (atmosfer) serta pengamatan tentang keadaan biologi dari tanaman dan objek pertanian lainnya. Stasiun meteorologi sangat diperlukan untuk mengetahui atau mengidentifikasi keadaan iklim dan cuaca pada suatu tempat. Stasiun meteorologi pertanian adalah suatu tempat untuk mengadakan pengamatan secara terus menerus kedadaan lingkungan (atmosfer).

3.2                   Saran
              Saran saya untuk praktek selanjutnya Semoga dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan waktu pelaksaan prakeknya dapat dilakukan selama 24 jam, sehingga data yang didapatkan lebih akurat dan lebih jelas.









Copyright © SATUUNTAD All Right Reserved
Powered by Blogger