Friday, September 29, 2017

MAKALAH BIOLOGI LENGKAP

Assalamualaiku Warahmatullahi Wabarakatuh,  pada kesempatan kali ini saya akan memberikan contoh bagaimana cara membuat makalah BIOLOGI yang benar, silahkan simak contoh berikut ini hingga tuntas.

disini saya akan memberikan 2 contoh makalah biologi

# KATA PENGANTAR

Bismillahirohmanirrohim
Puja dan puji syukur marilah senantiasa kita limpahkan kepada Tuhan yang maha kuasa karena hanya dengan hidayah dan inayah nya kita semua masi dapat menjalankan kehidupan ini. Tak lupa pula Shalawat serta salam kita curahkan kepada junjungan nabi besar kita Muhammad SAW
beserta para keluarganya,sahabat-
sahabatnya,dan para pengikutnya serta kita semua sebagai umatnya hingga akhir zaman.

Era globalisasi yang semakin maju,mendorong dunia pendidikan untuk mengikuti perkembanganya. Dengan teknologi yang semakin canggih menunutut
dunia pendidikan untuk lebih kreatif dalam pemanfaatannya. Dan yang pasti dari semua itu adalah kecerdasan dari para siswa-siswi suatu sekolah sebagai calon penerus bangsa yang akanmelaksanakannya. Dengan demikian,sudah merupakan kewajiban dan tanggung jawab
seorang siswa untuk selalu belajar. Bukan hanya itu saja,tetapi juga dengan memenuhi tugas-tugas sekolah yang diberikan oleh guru pembimbing masing-masing mata pelajaran.

Hal ini yang mendorong kami untuk menyusun makalah IPA (Biologi). Materi yang akan di bahas dalam makalah ini yaitu mencakup tetang “Pencemaran Lingkungan”. Materi yang di bahas akan memunculkan pengetahuan-pengetahuan yang kita dapatkan dan pengetahuan baru yang kami dapatkan dari beberapa sumber sumber buku yang kami jadikan sebagai referensi. Ucapan terima kasih kami untuk semua rekan-rekan yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini,dan tentunya kami pun tidak terlepas dari guru pembimbing kami. Maaf pun kami sampaikan,karena pastinya dalam makalah ini masih banyak kekurangan dan ketidaksempurnaan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dalam membantu Kegiatan Belajar Mengajar bermanfaat bukan untuk kami saja,tetapi juga bermanfaat bagi kita semua. Amin,amin,ya Robbal`alamin.Tim penyusun;

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
1.2. Maksud dan Tujuan

BAB II PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Pencemaran Lingkungan
2.2. Macam-macam Pencemaran
2.3. Dampak Pencemaran Bagi Lingkungan
2.4. Upaya-Upaya Penanggulangan
Pencemaran dan
Kerusakan Lingkungan

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan
3.2. Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

Perkembangan pembangunan indonesia dewasa ini semakin cepat.dengan didukungnya era globalissasi,semakin menuntut manusia untuk lebih pandai
memanfaatkan sumberdaya alam.dalam mengelola SDA, manusiapun harus lebih berhati –hati, karena jika tidak di pikirkan
dengan baik maka tidak akan mendapatkan hasil maksimal dan takjarang dapat menimbulkan hasil yang merugikan banyak orang.

sebagai contoh, dalam pembangunan suatu pabrik maka harus di pikirkan terlebih dahulu tentang efek yang ditimbulkan dari pabrik tersebut. Hal ini tidak lain yaitu untuk menghindari kerugian, misalnya pencemaran lingkungan. Dalam makalah ini akan di
bahas lebih jelas tentang ”Pencemaran lingkungan”

1.1. Latar Belakang

Latar belakang penyusunan makalah IPA (Biologi) ini yaitu :
untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran, khususnya mata pelajarn IPA ( Biologi ) sebagai pengaplikasian siswa dalam melaksanakan tanggung jawab dan
kewajibannya

1. 2. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan penyusunan makalah ini yaitu : Untuk mempermudah kegiatan belajar
mengajar siswa, yaitu agar makalah ini di jadikan sebagai sumber panduan. Menambah pengetahuan dan wawasan tentang materi “Pencemaran lingkungan “ Sebagai sumber dari beberapa materi tentang pencemaran.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian pencemaran

lingkungan Pencemaran ( pollution ) didefinisikan sebagai segala perubahan yang tidak dikehendaki pada sifat udara, air, tanah, atau makanan yang dapat mempengaruhi
kegiatan, kesehatan dankeselamatan
mahluk hidup. Kebanyakan zat pencemaran ( pollutanes ) merupakan hasil samping atau buangan tat kala suatu materi diolah
menjadi produk dan digunakan.

2.2. Macam-macam pencemaran.

a. Pencemaran Air. Adalahmasuknya
atau dimasukannya mahluk hidup, zat, energi dan komponen air atau perubahanya tatanan air oleh kegiatan manusia atau oleh proses
alam,sehingga kualitas air turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan air menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi
lagi sesuai dengan peruntukanya.

b. Pencemaran tanah.

Adalah kondisi suatu tanah yang tercemar oleh beberapa bahan, misalnya sampah- sampah plastik yang merupakan limbah organik yang tidak dapat diuraikan olah
mikroorganisme.

c. Pencemaran udara

Adalah udara dilingkungan tercemar oleh beberapa bahan, misalnya disebabkan oleh asap kendaraan bermotor, asap dari pembakaran sampah, asap dari cerobong pabrik, sertabahan pencemaran dari gas.

d. pencemaran oleh pengguna

pestisida adalah pencemaran lingkungan yang disebabkan dari pengguna bahan pestisida

2.3. Dampak pencemaran bagi

kesehatan. Masuknya pencemar udara lewat sistem pernafasan, dapat menimbulkan berbagai
gejala serta penyakit, beberapa gejala dan penyakit yang dapat timbul akibat kita menghirup udara yang tercemar antara lain :

1. fibrosis.
2. Iritasi pada jaringan.
3. demam.
4. kanker.
5. mutasi genetik. Asphyxpa.
6. keracunan sistemik.
7. tersebarnya penyakit menular dan.
8. kelamin genetika;

2.4. Upaya-upaya penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan

Hakekat pengelolaan lingkungan bukan hanya mengatur lingkungannya, tetapi mengatur dan mengendalikan berbagai kegiatan manusia agar berlangsung dan berdampak dalam batas kemampuan dan keterbatasan lingkungan untuk mendukungnya.
Pengelolaan lingkungan perlu dilakukan secara dini agar pembangunan yang semakin gencar dilaksanakan dapat memanfaatkan lingkungan hidup untuk pengembangan.
Beberapa upaya yang parlu dilakukan
untuk menjaga atau menanggulangi
kerusakan lingkungan hidup.

1. Mencegah kerusakan hutan, dengan menaati peraturan penebangan hutan (tebang pilih, menanam kembali ), juga
mencegah terjadinya kebakaran hutan

2. Membuat suaka margasatwa dan cagar alam untuk menyelamatkan punahnya sepesies tertentu.

3. Menata tataruang wilayah, pembangunan harus disesuaikan dengan zona dan peruntukanya.

4. Proyek pembangunan harus dikendalikan melalui penerapan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ).

5. Rehabilitasi lahan bekas penebangan. Beberapa upaya yang perlu dilakukan untuk menanggulangi masalah pencemaran, antara lain :

1. Mengurangi emisi zat pencemar dari berbagai sumber, misalnya dengan mengganti bahan bakar minyak dengan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.

2. Mengawasi tempat-tempat pembuangan sampah.

3. Mendidik masyarakat tantang bahaya pencemaran dan bagai mana cara mencegahnya.

4. Memberikan saksi hukum yang sepadan kepada pengusaha yang perusahaanya menimbulkan gangguan terhadap lingkungan.

5. Membuat peraturan-peraturan yang mengatur aktivitas manusia yang erat kaitanya dengan kehidupan sosial.

6. Mengubah prilaku masyarakat dalam mengelola air. Contoh : jangan membuang sampah/ limbah
kesungai, tidak menggunakan air sungai untuk MCK. Mengkonsumsi air yang sudah diolah.

7. Membatasi penggunaan air tanah agar terhindar dari penurunan permukaan air tanah dan intrusi air laut.

8. Mengatur jarak pembuangan sampah/ septik tank dengan sumber air (misalnya 10 m ).

9. Penggunaan pupuk dan pestisida secara bijak.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Yang dapat kami simpulkan yaitu bahwa kita sebagai manusia harus pandai-pandai memanfaatkan sumber daya alam yang terdapat disekitar kita. Pengelolaan SDA
haruslah tidak jauh dari pengetahuan dan kemajuan teknologi di era globalisasi ini. Ini merupakan salah satu upaya agar lingkungan kita tetap terjaga dan tidak menimbulkan bahaya yang bersifat negatif.

Oleh karenanya, mulailah dari sekarang untuk kita selalu membiasakan hidup.bersih dan tidak merusak lingkungan disekitar kita.dengan lingkungan bersih dan
sehat maka akan tercipta lingkungan yang lestari. Tentunya bukan hanya bermanfaat untuk kita semua tapi juga bermanfaat bagi generasi penerus kita,para generasi muda
Indonesia.

3.2. Saran

Kami sadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karenanya,kami sangat menunggu kritik dan saran dari kalian semua.

tentunya adalah saran yang membangun. Dengan itulah, kita bisa
berusaha untuk menyusun makalah
berikutnya dengan lebih baik.

Berikut contoh makalah ke2

# KATA PENGANTA

Puji syukur kami haturkan ke hadirat Allah SWT, karena berkat dan rahmatnya kami dapat menyelesaikan makalah Pengaruh
Cahaya Terhadap Pertumbuhan dan
Perkembangan Kacang Tanah dan Jagung. Makalah ini diajukan guna untuk melengkapi tugas biologi. Penyusunan karya ilmiah ini
dapat diselesaikan atas bantuan serta bimbingan dari berbagai pihak, untuk itu kami dengan sepenuh hati menyampaikan terima kasih kepada :

1. Kedua Orang tua yang selalu
mendukung saya

2. Guru Biologi yang juga sekaligus
pembimbing kami

3. Serta teman-teman semua yang
telah memberikan do’a dan mendukung kami serta semua pihak
yang telah ikut memfasilitasi
penelitian dan penyusunan makalah
ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga Makalah Penelitian ini dapat diselesaikan
tepat pada waktunya. Kami menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi kita semua. 17 Agustus 2014 Penyusu

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua aktifitas kehidupan yang tidak dapat dipisahkan, karena prosesnya berjalan bersamaan. Pertumbuhan diartikan sebagai
suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible, atau tidak dapat kembali ke bentuk semula. Perkecambahan merupakan tahap awal perkembangan suatu tumbuhan, khususnya tumbuhan berbiji. Dalam tahap ini, embrio di dalam biji yang semula berada pada kondisi dorman mengalami sejumlah perubahan fisiologis yang menyebabkan ia
berkembang menjadi tumbuhan muda. Tumbuhan muda ini dikenal sebagai kecambah. Dalam perkecambahan biji selalu mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Arti dari pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan sangatlah beda. Pertumbuhan adalah.proses kenaikan volume karena adanya
penambahan substansi (bahan dasar) yang bersifat irreversible(tidak dapat kembali dalam keadaan semula). Sedangkan perkembangan adalah proses menuju tercapainya kedewasaan yang tidak dapat
diukur dan bersifat kualitatif. Pertumbuhan dalam suatu perkecambaan biji dapat langsung diukur apabila tunasnya sudah
keluar dan tumbuh.Pertumbuhan dan perkembangan biji akan selalu berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi
oleh beberapa faktor yang dapat dibedakan menjadi 2 yakni faktor internal dan faktor eksternal.

1. Faktor internal adalah faktor yang
berasal dari dalam tubuh tumbuhan
yang terdiri atas faktor intrasel (di
dalam sel) yang meliputi gen, dan
faktor intersel (sela-sela sel) yang

meliputi hormon.
2. Yang kedua adalah faktor yang
berasal dari luar tubuh tumbuhan
atau faktor eksternal yang mencakup cahaya/sinar matahari,suhu/temperature, kelembaban udara, nutrisi, kadar air, oksigen atau karbondioksida, pH atau derajat keasaman, kepadatan populasi, dan media tanam.tumbuhan. Dalam hal ini Cahaya merupakan salah satu
faktor penting yang mendukung
pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Cahaya memiliki banyak pengaruhnya terhadap perkecambahan suatu biji.
Pengaruh tersebut dapat disebabkan karena setiap cahaya yang menyinari tumbuhan itu beda-beda, ada tanaman yang tersinari cahaya dan ada tanaman yang tidak tersinari cahaya. Berdasarkan latar belakang masalah di atas,.maka kami bermaksud membahas lebih
lanjut dalam sebuah penelitian dengan tanaman uji coba berupa Jagung dan Kacang tanah dan penelitian ini berjudul “Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan
dan Perkembangan Kacang Tanah dan Jagung”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat dirumuskan beberapa permasalahan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1.2.1 Bagaimanakah pertumbuhan

tanaman jagung dan kacang tanah yang berada di tempat gelap ?

1.2.2 Bagaimanakah pertumbuhan

tanaman jagung dan kacang tanah yang berada di tempat yang terang ( terdapat cahaya matahari )?

1.3 Tujuan Penelitian

Sesuai dengan perumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini sebagai berikut :

1.3.1 Memaparkan hasil penelitian

pertumbuhan tanaman jagung dan kacang tanah yang berada di tempat gelap.

1.3.2 Memaparkan hasil penelitian

pertumbuhan tanaman jagung dan kacang tanah yang berada di tempat  yang terang ( terdapat cahaya matahari ).

1.4 Hipotesis

1. Cahaya matahari mempengaruhi
proses perkecambahan
2. Kebutuhan cahaya matahari pada
tiap tumbuhan berbeda.
3. Tumbuhan yang berada di tempat
gelap lebih cepat tumbuh dan panjang dibandingkan dengan tumbuhan yang berada di tempat
yang terang.

1.5 Manfaat Penelitian.Manfaat dari penelitian ini adalah :

1. Mengetahui bahwa cahaya matahari sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan
perkembangan untuk tumbuhan.
2. Sebagai sumber informasi bagi
sebagian orang yang belum mengetahui pengaruh cahaya bagi
tumbuhan jagung dan kacang
tanah.
3. Sebagai informasi agar teknologi
pertanian lebih dikembangkan dan
lebih maju.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Jagung

Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif. Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian.antara 1m sampai 3m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6m. Tinggi l tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan.

Meskipun beberapa varietas dapat
menghasilkan anakan (seperti padi), pada umumnya jagung tidak memiliki kemampuan ini. Bunga betina jagung berupa "tongkol" yang
terbungkus oleh semacam pelepah dengan "rambut". Rambut jagung sebenarnya adalah tangkai putik. Akar jagung tergolong akar
serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m.

Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman. Batang jagung tegak dan mudah terlihat,.sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak
seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku.Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin. Daun jagung
adalah daun sempurna. Bentuknya
memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stoma pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stoma dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun.

Taksonomi jagung  : Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan)
Divisio : Spermatophita (tumbuhan
berbiji) Sub diviso : Angiospermae (biji tertutup) Classis : Monocotyledone (keping satu) Ordo : Graminae (rumput-rumputan)
Familia : Graminaceal
Genus : Zea
Species : Zea Mays L

2.2 Kacang tanah

Kacang tanah (Arachis hypogaea L .) adalah tanaman polong-polongan atau legumanggota suku Fabaceae yang dibudidayakan, serta menjadi kacang- kacangan kedua terpenting setelah kedelai di Indonesia. Tanaman yang berasal dari benua Amerika ini tumbuh secara perdu
setinggi 30 hingga 50 cm (1 hingga 1½ kaki) dengan daun-daun kecil tersusun majemuk.

Tanaman ini adalah satu di antara dua jenis tanaman budidaya selain kacang bo-gor,Voandziea subterranea yang
buahnya mengalami pemasakan di bawah permukaan tanah. Jika buah yang masih muda terkena cahaya, proses pematangan biji terganggu.
Taksonomi Kacang tanah :
Kerajaan  : Plantae
Divisi : TracheophytaUpa
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Magnoliophyta
Ordo : Leguminales
Famili : FabaceaeUpa
Genus : Arachis
Spesies : Arachis hypogaea

2.3 Cahaya Matahari

Sinar matahari atau radiasi matahari adalah sinar yang berasal dari matahari. Tanaman menggunakan cahaya matahari untuk berfotosintesis dan membuat makanan. Tanpa cahaya matahari, takkan ada kehidupan di Bumi. Tanaman memerlukan cahaya matahari tumbuh hijau. Dengan air
tanpa cahaya matahari, tanaman akan tumbuh tinggi dengan cepat, namun akan terlihat kuning dan kekurangan air, meskipun saat disentuh, daunnya teraba amat basah.

Cahaya matahari merupakan faktor yang menghambat pertumbuhan karena cahaya dapat menyebabkan translokasi (perpindahan lokasi) hormon. Hal ini dapat dibuktikan dengan meletakkan 2 pot kecambah di dua tempat yang berbeda (gelap dan terang). Tanaman yang berada pada tempat yang gelap lebih cepat tumbuh dengan batang yang panjang namun lemah. Hal ini disebut dengan Etiolasi. Lamanya cahaya dalam menyinari tumbuhan juga mempengaruhipertumbuhanya, dengan ditandai dengan tanggapan tertentu. Tanggapan-tanggapan tumbuhan terhadap lamanya penyinaran disebut Fotoperiodisme.

2.4 Hormon Auksin

Merupakan senyawa kimia Indol Asetic Acid (IAA) dihasilkan dari sekresi pada titik tumbuh yang terletak pada ujung tunas (terdiri atas batang dan daun), ujung akar,
daun muda, bunga, buah dan kambium. Auksin sangat peka terhadap panas/sinar. Auksin akan rusak dan berubah menjadi suatu zat yang justru menghambat terjadinya pembelahan sel-sel pada daerah pemanjangan batang, sehingga pertumbuhan sel-sel batang yang terkena matahari akan lebih lambat dibandingkan dengan sel-sel jaringan sisi pada batang yang tidak terkena matahari. Selain merangsang perpanjangan sel-sel batang dan menghambat perpanjangan sel- sel akar, juga berfungsi merangsang pertumbuhan akar samping (lateral) dan akar serabut yang berfungsi sebagai penyerapan air mineral, mempercepat aktifitas pembelahan sel-sel titik tumbuh kambium akar dan batang, menyebabkan terjadinya diferensiasi sel menjadi jaringan berkas angkut xilem, dan merangsang terjadinya pembentukan bunga dan buah.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada waktu satuMinggu yaitu pada tanggal 08/09/17 kemarin yang bertempat di ruang kelas XII IPA 2 - SMA Negeri

3.2 Metode Penelitian

1. Eksperimem, dalam penelitian ini
digunakan metode eksperimen
dengan melakukan percobaan
tumbuhan yang diletakkan didua
tempat yang berbeda (gelap dan
terang).

2. Observasi, observasi yang kita
lakukan dengan pengamatan perubahan bentuk tumbuhan.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

1. Observasi dalam penelitian ini,
digunakan metode observasi dengan
meresapi, mencemati, memaknai dan akhirnya mencatat.

2. Dokumentasi dalam upaya
mengumpulkan data dengan cara
dokumentasi antara lain buku,
sumber informasi lain.

3.4 Teknik Analisis Data Analisa

Data penelitian dilakukan secara deskriptif dengan memaparkan data hasil percobaan dengan menggunakan tabel.

1. Alat :
a. Gelas Aqua 4 Buah
b. Karet gelang Secukupnya
c. Plastik Hitam 2 Buah
d. Kapas Secukupnya
e. Sendok 1 Buah
f. Penggaris 1 Buah

2) Bahan :
a. Biji kacang tanah dan jagung 4 Biji
b. Air Secukupnya

3.5 Variabel

a. Variabel Bebas : Pengaruh cahaya
b. Variabel Terikat  : Pertumbuhan dan perkembangan tubuhan
c. Variable kontrol  : Warna daun, tinggi, jumlah daun

3.6 Cara kerja

1. Sediakan 4 buah gelas aqua
masing-masing diberi label 1 untuk
tempat terang, dan label 2 untuk
tempat gelap
2. Masing-masing gelas aqua
diberikan kapas dua lapis, lalu
kapas ditetesi 1 sdm air
3. Masukkan masing-masing biji
jagung dan kacang yang sudah
direndam air selama ± 3 jam
kedalam gelas yang diberi kapas
4. Letakkan biji jagung dan kacang, 2
ditempat gelap dan 2 ditempat
terang
5. Tutup atas botol aqua yang
diletakkan ditempat gelap dengan
plastic hitam dan tali-dengan karet
6. Pada waktu pagi tanaman disiram
air dengan secukupnya
7. Amati perkembangan selama 1
minggu

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengukuran Tanaman Selama 7 Hari

A. Tabel
1. Pada gelas A (Tempat terang) satuan dalam cm
2. Pada gelas B (Tempat gelap)
satuan dalam cm

B. Grafik
1. Pada gelas A (Tempat terang)
2. Pada gelas B (Tempat gelap)
Perubahan Keadaan Tumbuhan (Daun, Batang dan Akar)

Ciri-Ciri Organ
1. Tanaman Gelap Terang
Adapun ciri-ciri organ pada tanaman gelap dan terang yaitu :
1. Daun
Warna : Kekuningan - Hijau
Ukuran  : Kecil - Lebar
Kondisi : Tipis - Tebal
2. Batang
Warna : Kekuningan - Hijau
Ukuran  : Panjang - Pendek
Kondisi : Lemah - Kuat
3. Akar
Ukuran  : Panjang - Pendek
Kondisi serabut : Lebat - Jarang
(Tidak lebat) ambar biji kacang

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa cahaya matahari mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan karena tanpa adanya sinar matahari maka tumbuhan tidak bisa melakukan proses fotosintesis.
Kebutuhan cahaya matahari tiap tanaman berbeda-beda tergantung reaksi yang ditimbulkan. Tanggapan-tanggapan tumbuhan terhadap lamanya penyinaran disebut Fotoperiodisme. Tumbuhan yang berada pada tempat gelap akan mengalami pertumbuhan yang sangat cepat (Etiolasi) jika dibandingkan dengan tumbuhan yang berada ditempat yang terang. Hal ini terjadi karena hormone auksin akan rusak bila terkena matahari sehingga pertumbuhanya menjadi terhambat.

5.2 Saran

Dalam melakukan percobaan seperti ini harus memperhatikan syarat-syarat yang dibutuhkan yaitu air yang cukup, udara yang cukup, cahaya matahari yang optimal serta pemilihan biji yang baik. Jika syarat- syarat tersebut tidak terpenuhi, maka biji akan tetap dalam keadaan tidur (dorman). Lamanya biji dorman bertahan hidup dan mampu berkecambah sangat bervariasitergantung pada spesies dan kondisilingkungan. Dan pembaca disarankan dapatmelanjutkan penelitian ini sebagai perbandingan untuk penelitian yang lain.

itulah kedua contoh makalah bisa kamu tiru terserah anda mau pilih yang mana buat dijadiin refrensinya, semoga artikel ini bermanfaat.

Copyright © SATUUNTAD All Right Reserved
Powered by Blogger